Showing posts with label tugas akhir. Show all posts
Showing posts with label tugas akhir. Show all posts

Friday, April 4, 2014

Terlalu Bagus Untukmu


Seorang mahasiswa dari Universitas Swasta ternama di Zurabaiah, Wijaya Hutama Putra, menggunakan jasa Joki TA untuk mengerjakan skripsinya. Pada pengerjaan pertama, Wijaya langsung ditegur oleh dosen pembimbingnya bahwa pengerjaan TA nya terlalu bagus bagi dia. Masak iya, baru sekali mengerjakan sudah langsung benar permodelan dan pengetikannya juga sangat rapi. Dan, si Wijaya tidak bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh dosen pembimbingnya terkait apa yang tercantum di dalamnya.

Oleh dosen pembimbingnya, Wijaya diminta untuk membuat TA yang baru lagi dengan judul yang sederhana.
Wusss ... Spontan. Wijaya langsung kembali ke tempat Joki TA dan menceritakan pengalamannya bersama dosen pembimbingnya. Lah, akhirnya dibuatkanlah skripsi sesuai arahan dosen pembimbingnya.

Apa pesan pak Dosen?
"Wijaya, kamu harus mengetik sendiri. Dan, sekarang. Kamu harus mengganti TA mu bukan dalam bentuk skripsi, tetapi makalah. Itu pun harus kamu ketik sendiri. Tidak mungkin kamu mengetik sendiri dan langsung benar seperti ini,"

Wijaya pun kembali ke Joki TA dan menyampaikan pesan sang Dosen Pembimbing. Akhirnya disepakati untuk membuatkan makalah Wijaya dengan konsep salah, dan ketikan yang remuk redam.

Wednesday, February 5, 2014

Rombongan - Borongan

Rombongan mahasiswa dari Fakfuah bergerak menuju Zagardah untuk melakukan kerja praktik.  Sebagian singgah di Zurabaiah. Apa keperluannya? O o, ternyata, untuk membuatkan tugas akhir seharga dua jutaan sampai dua juta setengah an di sebuah jasa perjokian tugas akhir. Puluhan orang, Brow. Nggak tanggung-tanggung. Tinggal hitung saja tuh kocek. Untuk DP sebagian dari mereka saja bisa mencapai Rp43 jeti. Gimana nggak kipas-kipas tuh, sang joki dengan lembaran merah muda bergambar Soekarno, yang mungkin hanya meringis melihat anak bangsanya berpolah seperti itu ....
Ah, entah apalah kata mereka, pengalihan hak cipta atau pembimbingan atau apalagi ....

Dengan arahan seorang PNS dari Fakfuah yang juga tengah mengerjakan tesisnya di joki tersebut. Para bidan tersebut mantuk-mantuk. Dan, sebenarnya, apa sih hubungannya antara profesionalitas, keahlian kerja kebidanan dengan lembaran-lembaran tugas akhir? Kalaulah memang ingin menciptakan bidan yang berkualitas, profesional, dan mumpuni, apakah mereka harus dipaksa untuk menyusun tugas akhir yang membebani mereka, sehingga justru mengarahkan mereka pada kecurangan.

Selain, rombongan dari Fakfuah, ada juga rombongan dari Panjuruhan, 10 Pegawai Negeri Sipil, yang cantik-cantik dan hensem-hensem digiring oleh koordinatornya untuk mendapatkan tesis instan. Koordinator ini biasanya adalah juga dosen di tempat para PNS itu mengambil gelar Magister Manajemennya.

Mendengar ceritanya, ada beberapa tawaran dari para joki yang sudah diterima oleh koordinator itu. Mulai harga Rp750rb sampai Rp6 jeti, Brow. So, tinggal pilih saja yang sesuai kantong. Dan, tahu enggak, si koordinator ini bekerja sama dengan isterinya, lo. Isterinya entu yang ngoordinir para mahasiswa entu, nah, si suami yang mobile, melakukan kerja sama dengan para joki. Pastinya ada persentase-persentasenya a ka fee a ka bonus, dong. Mulai 5% sampai 10%. Tergantung kesepakatan ... Sooo, dengan alasan kualitas tulisan, si PNS pun digiring untuk membeli tugas akhir yang rasional. Rasional untuk kantong koordinator, rasional untuk kantong PNS. Dan kutak-kutik, main di kuitansi juga Oke, lo. Alih-alih proses mark up dana ekstraaa ....

Wiiiinggg ... Mau dibawa ke mana negara kitaaa .....